Halaman Utama arrow Demak-Grobogan arrow Biasakan berterima kasih usai bercinta
Cari Arsip Berita
Menu Wawasan
Halaman Utama
Nasional
Olah Raga
Internasional
Ilmu Pengetahuan
Semarangan
Demak-Grobogan
Kendal
Salatiga
Ungaran-Ambarawa
Magelangan
Kedu Yogya
Radius Solo
Banyumasan
Pesisir Timur
Pesisir Barat
Gebyar
OPINI
Biasakan berterima kasih usai bercinta
Monday, 12 November 2007

Biasakan berterima kasih usai bercinta

DEMAK - Istri berbadan gemuk, berpenampilan lusuh, juga selalu mengeluh ketika diajak bercinta, disinyalir sebagai pemicu suami berselingkuh. Sebaliknya, istri yang selalu menjaga kecantikan fisik, psikis dan sosialnya, bisa menjadi benteng tangguh bagi suami yang berniat melangkah ke perselingkuhan.

Demikian dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS, dalam seminar bertajuk "proteksi diri terhadap penyakit menular seksual pada masa reproduksi sehat " di Gedung DPRD Demak, kemarin. Di hadapan 500-an peserta seminar garapan Politkes Semarang Prodi Kebidanan, ginekolog dan konsultan seks itu pun menyampaikan, seks termasuk tiang penyangga perkawinan di samping cinta, perhatian, dan komunikasi yang terbina harmonis.

"Berdandanlah, ibu-ibu. Rawat dan jaga juga kondisi badan agar tetap langsing dan tidak gemuk. Para suami tak akan melirik segala hal berbahaya di luar sana, jika istri mereka cantik, segar, tidak lusuh, dan selalu memberikan perhatian," kata Boyke.

Dengan gaya khasnya yang kemayu dan kocak, pemilik klinik pasutri yang juga melayani konsultasi seputar organ reproduksi lewat situs solusikesehatan. net itu mengungkapkan, banyak kasus suami tergoda berselingkuh karena mengaku si istri tak lagi membuatnya bergairah. Sementara berbagai penyakit menular seksual yang berbahaya bahkan mematikan siap menikam, ketika para suami terlanjur menyeleweng dan terkontaminasi penyakit kelamin dari dunia prostitusi.

Tolak suami
Dengan memperlihatkan gambar-gambar aneka gaya bercinta lewat overhead proyektor, Boyke menyarankan para peserta seminar agar tidak sungkan mencoba gaya-gaya bercinta yang dapat membangkitkan kembali gairah seksual. Juga melakukan foreplay nakal untuk menggoda pasangan masingmasing.

"Biasakan untuk menyampaikan terimakasih kepada pasangan kita usai melakukan hubungan seks yang memuaskan. Jangan malah bilang, "Cepat buka baju dan buruan ngangkang, Pah. Aku mau buru-buru pergi arisan PKK, nih".

Spontan segenap peserta yang hadir pun riuh tertawa. Terlebih ketika Boyke menyampaikan paparan soal upaya proteksi diri dengan menjaga kebersihan organ intim, sambil sesekali diselingi joke segar.

"Intinya ibu-ibu, jangan pernah menolak suami saat mereka ingin bercinta. Bahkan sebaliknya, layani mereka dengan senang hati dan ikhlas. Karena itu langkah ampuh melindungi diri dan keluarga kita dari bahaya penyakit-penyakit seksual, " pungkas Boyke.  ssi/Jon

 
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan