Halaman Utama
Cari Arsip Berita
Menu Wawasan
Halaman Utama
Nasional
Olah Raga
Internasional
Ilmu Pengetahuan
Semarangan
Demak-Grobogan
Kendal
Salatiga
Ungaran-Ambarawa
Magelangan
Kedu Yogya
Radius Solo
Banyumasan
Pesisir Timur
Pesisir Barat
Gebyar
OPINI
Business Wisdom

Orang yang selalu menyalahkan orang lain, mereka sendiri masih jauh dari tujuan yang ingin dicapai, orang yang selalu menyalahkan dirinya sendiri, setengah dari tujuan telah tercapai (part of the problem), orang yang tidak prenah menyalahkan siapapun, merekalah yang telah mencapai tujuan (part of the solution)

HESMI

Ketika bencana melanda Jateng (1)
Wednesday, 26 December 2007

Ketika bencana melanda Jateng (1)
Banjir datang, warga pukuli kenthongan

Hujan yang mengguyur Kota Pe­ka­long­an sejak pukul 15.00 WIB hingga Rabu (26/12) di­ni hari tadi, meng­aki­­­batkan ra­tusan rumah pen­du­­duk dan pu­luhan hektar la­han pertanian terendam air bah hingga ke­tingian 1,5 me­ter.

Be­be­ra­pa jalan protokol yang tergenang air, ber­dam­pak arus lalu lin­tas maupun ak­tivitas ter­ham­bat. Lokasi ter­parah ter­ja­di di Sapuro mau­pun pe­ru­mahan Griya Tir­to Asri yang ke­ting­gi­an­nya mencapai satu meter le­bih, ka­rena tanggul Su­ngai Me­­duri jebol. Meski ti­dak ada korban jiwa, keru­gi­an di­per­kirakan mencapai jutaan ru­piah.

Hujan yang turun sekitar sem­bilan jam itu sempat mem­buat warga panik. Pa­sal­nya air terus meluap. Sekiar pu­­kul 22.30 WIB, warga Pe­ru­mahan Tirto Asri, Pe­ka­long­an panik lantaran men­da­dak air bah masuk rumah dan meluber hingga sampai sa­tu meter. Banjir dadakan itu akibat Sungai Meduri je­bol. Meski kini belum surut, warga masih tetap mencoba ber­tahan, belum ada yang mengungsi. Genangan banjir juga meluber di jalan Setia Bhakti, Kurinci dan jalan Ra­ya Banyurip Ageng dengan ketinggian hingga satu lutut orang dewasa.

Berdasarkan pantauan, dae­rah yang terkena air banjir hampir merata di empat Ke­­camatan yang berada di Ko­ta Batik di sepanjang bantaran sungai Pekalongan. Se­dangkan yang cukup parah di an­taranya Pabean, Medono, Ker­gon, Kramat Sari, Tirto, Bu­­mirejo, Pasir Sari Dukuh, Kau­man, Podo Sugih, Sa­pu­ro, dan Banyuurip. Hunian yang terendam banjir itu se­ba­­gian besar akibat sungai ti­dak mampu menampung de­bit air. Sedangkan sungai Pe­ka­longan yang membelah kota, air sudah sampai pada bibir sungai nyaris meluber.

Petugas Satkorlak Kecamatan Pekalongan barat, Mashudi, membenarkan. Menurutnya, meski air bah menggenangi rumah penduduk, namun belum ada yang mengungsi, mereka sebagian besar masih bertahan di rumah masing-masing. Mereka belum memperoleh bantuan logistik, mengingat berbagai instansi terkait hingga kini masih libur, sehingga pihaknya kesulitan melakukan koordinasi.

Banjir juga mengakibatkan jalur Pantura di Kota Pekalongan mengalami kerusakan seperti di Jalan Pemuda maupun jalur lingkar selatan kota. Kondisi jalan berlubang akibat aspal banyak yang mengelupas, sehingga pemakai jalan pun ekstra hati-hati.

Meluap
Dari Pemalang dilaporkan, beberapa sungai di Pemalang tak mampu menampung debit air hingga meluap menggenangi rumah-rumah penduduk dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa.

Seperti halnya di Desa Lawangrejo Kecamatan Pemalang, akibat meluapnya Sungai Rambut, setidaknya ada 200 rumah penduduk hingga pagi tadi masih terendam air. Puluhan penduduk setempat berusaha menyelamatkan barang-barangnya dengan meletakannya di tempat yang lebih tinggi.

Menurut Kepala Dusun II Desa Lawangrejo, Ras"an (59), air dari Sungai Rambut mulai meluap sekitar pukul 03.30 setelah sejak sore hujan turun tanpa henti. Dari 8 RT, 7 di antaranya tergenang air dengan jumlah rumah yang tergenang mencapai 200-an rumah, sedangkan satu wilayah RT lainnya aman.

"Begitu banjir mulai memasuki rumah-rumah penduduk, warga langsung memukul kentongan titir, sehingga semua penduduk langsung bangun dan bersiaga terhadap segala kemungkinan. Meski demikian tidak ada warga yang mengungsi,"jelasnya.

Menurut Ras"an banjir yang melanda wilayahnya tidak terjadi setiap tahun, bahkan pada tahun 2006 daerahnya aman dari kiriman air. Hanya saja sekitar tiga tahun yang lalu pernah terkena banjir yang cukup parah.

Tersendat
Sementara itu luapan air dari Sungai Rambut juga telah menggenangi jalur lingkar selatan Pemalang, tepatnya di depan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang. Ketinggian air yang menggenangi badan jalan membuat kendaraan-kendaraan kecil seperti sedan dan sepeda motor tidak mampu melintas, sementara untuk kendaraan-kendaraan besar seperti truk dan bus masih bisa lewat meski harus satu per satu.

Kondisi tak berbeda juga terjadi di Jembatan Kali Rambut perbatasan Kabupaten Pemalang dengan Kabupaten Tegal, puluhan kendaraan yang hendak melintas harus antre satu-per satu khususnya dari arah timur, apalagi sebelum jembatan merupakan titik pertemuan antara lingkar selatan Pemalang dengan jalur pantura. Beberapa petugas kepolisian khususnya satuan lalu lintas juga terlihat di lokasi untuk melancarkan arus lalu lintas yang tersendat.  K-28/obo-sn

 
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan