Halaman Utama arrow Radius Solo arrow Bocah suspect AI dirujuk ke RS Muwardi
Cari Arsip Berita
Menu Wawasan
Halaman Utama
Nasional
Olah Raga
Internasional
Ilmu Pengetahuan
Semarangan
Demak-Grobogan
Kendal
Salatiga
Ungaran-Ambarawa
Magelangan
Kedu Yogya
Radius Solo
Banyumasan
Pesisir Timur
Pesisir Barat
Gebyar
OPINI
Bocah suspect AI dirujuk ke RS Muwardi
Monday, 12 January 2009

Bocah suspect AI dirujuk ke RS Muwardi

WONOGIRI - Warga Dusun Gunung Mas,RT 02/RW X, Desa Pagutan, Kecamatan Manyaran, Wonogiri, saat ini diliputi rasa cemas lantaran khawatir tertular virus flu burung. Kecemasan tersebut terjadi karena delapan ekor ayam milik Suparno (44) mati akibat virus flu burung.

Selain itu ada seorang warga yang dirujuk ke RS Muwardi Solo karena dicurigai terserang virus yang sama.

Ditemui Wawasan, Minggu (11/1), Suparno, menjelaskan bahwa pada pada awalnya, ayam peliharaannya mati mendadak. ’’Pada hari Rabu (7/1) hanya ada satu ayam yang mati. Karena hanya satu ekor, saya tidak menaruh curiga dan langsung saya kubur. Hari berikutnya ada lagi yang mati dan saya bakar lantas saya kubur. Pada hari Sabtu (10/1) jumlah ayam yang mati terus bertambah. Saya curiga dan saya melapor ke perangkat desa. Oleh perangkat, diteruskan ke kecamatan dan kemudian ada petugas kehewanan yang datang,’’ tuturnya.

Ketika petugas kehewanan dan petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) melakukan observasi di lokasi kejadian memastikan bahwa ayam milik Suparno yang mati mendadak tersebut postifif diserang virus flu burung, atau yang lebih dikenal dengan istilah Avian influenza (AI).

Sedangkan petugas dari DKK yang melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan warga, menemukan ada seorang warga berusia lima tahun yang suhu badannya tinggi. Pada Sabtu (10/1) petang, bocah berjenis kelamin laki-laki tersebut kemudian dirujuk ke RS Muwardi.

Membaik
Saat Wawasan mengecek kondisi bocah tersebut di ruang Anggrek, (ruang isolasi khusus pasien flu burung), bocah berinisial R tersebut tidak berada di dalam ruang isolasi. Dia terlihat digendong oleh ibunya di lorong luar zal isolasi.

’’Kondisi anak saya sudah membaik. Itu Mas lihat sendiri sudah sehat. Suhunya pun relatif normal. Pemeriksaan terakhir 36 derajat celcius. Selain itu, oleh dokter dinyatakan tidak ada gejala-gejala yang mengarah kepada flu burung. Pm-Tj

 
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan