Halaman Utama
Cari Arsip Berita
Menu Wawasan
Halaman Utama
Nasional
Olah Raga
Internasional
Ilmu Pengetahuan
Semarangan
Demak-Grobogan
Kendal
Salatiga
Ungaran-Ambarawa
Magelangan
Kedu Yogya
Radius Solo
Banyumasan
Pesisir Timur
Pesisir Barat
Gebyar
OPINI
Business Wisdom

Pola pikir seorang entrepreneur : (1) tambah pergaulan anda dan jalin sebanyak mungkin teman, (2) berani memulai dengan resiko 100% di tangan anda, (3) terus berpikir kedepan dengan tantangan baru, (4) jangan pernah berhenti belajar, (5) berani memimpin, (6) cintai dan nikmati semua pekerjaan anda, (7) harus tekun, jangan prenah goyah diterjang badai kebosanan, (8) syukuri segalanya, sekecil apapun hasilnya, semakin banyak bersyukur semakin lebar pintu rejeki dibuka.

HESMI

Petani tembakau demo
Monday, 16 February 2009

Petani tembakau demo
Tolak RUU Rokok - Ancam golput dan tak bayar pajak

Image
Foto: Heri Setyadi
TEMANGGUNG - Kemarahan petani tembakau di Temanggung memuncak. Puluhan ribu petani tembakau, Senin (16/2) pagi tadi, berdemontrasi di Alun-alun Temanggung. Para petani yang datang dari berbagai kecamatan di Temanggung ini menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengendalian Dampak Produk Tembakau Terhadap Kesehatan (PDPTTK) yang dinilai petani bakal mematikan industri rokok yang akhirnya mematikan pula kehidupan petani tembakau. Aksi damai ini digalang oleh DPD Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah dan DPC APTI Kabupaten Temanggung.

Ribuan petani yang berkumpul di Alun-alun membunyikan alat musik kentongan dan angklung serta tambur sebelum menyatakan sikap penolakan mereka terhadap RUU tersebut.

”Kami sangat menyesalkan pemerintah dan DPR bila RUU tersebut disahkan. Itu sama saja dengan membuat petani tembakau sekarat. Kami minta RUU Rokok jangan sampai disahkan. Apabila tetap disahkan, petani tidak akan bayar pajak dan akan golput dalam pemilu nanti,” tandas tokoh masyarakat Kledung H Sudirno yang datang bersama seribuan warganya dari Desa Tuksari menggunakan sejumlah truk, pagi tadi.

Sudirno menegaskan, saat ini petani tembakau di lereng Gunung Sumbing-Sindoro maupun di bagian bawah, dalam kondisi sangat cemas mendengar RUU PDPTTK yang  akan dibahas di Senayan. ”Kami menilai, pembahasan RUU ini bukti pemerintah pusat dan DPR didikte oleh kepentingan Amerika Serikat yang antirokok. Pemerintah dan DPR seharusnya konsisten tetap memperhatikan nasib petani tembakau yang jumlahnya jutaan orang di Indonesia. Belum lagi industri rokok nasional yang selama ini membayar pajak terbesar bagi negara ini,” katanya.

Sekjen APTI Jateng Wisnubrata Nurtantio mengatakan, penolakan petani terhadap RUU ini sejalan dengan penolakan petani terhadap fatwa haram merokok yang dikeluarkan MUI Pusat beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, hampir sebagian besar petani di Temanggung bergelut di pertanian yang berbasis tembakau. Setidaknya 80 persen masyarakat Temanggung hidup dari tembakau untuk industri rokok. Belum lagi jutaan petani lainnya di kabupaten lain yang bermata pencaharian pertanian berbasis tembakau. Dampak pengesahan RUU bakal memusnahkan para petani tembakau dan kehidupan keluarganya. her-pu

 
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan