|
Ajang rekonsiliasi  Foto : Reuters PARIS - Bagi kebanyakan tim, bermain di kandang sendiri merupakan sebuah keuntungan. Tetapi untuk Prancis, bisa jadi sebaliknya. Pasalnya dicibir suporter sendiri merupakan peristiwa yang cukup sering dialami Les Bleus ketika tampil di negaranya. Karena itulah, pada leg kedua playoff Piala Dunia 2010 dimana Prancis giliran menjamu Irlandia di Stade de France, Kamis (19/11) dini hari nanti, bukan hanya tiket ke Afrika Selatan yang diburu Thierry Henry dkk. Tim Ayam jantan juga berharap pertarungan itu juga menjadi ajang rekonsiliasi dengan suporter. ’’Kami membutuhkan dukungan suporter sejak menit pertama hingga terakhir. Suporter memiliki peran nyata dalam laga ini. Karena itu kami berharap mereka tetap memberi dukungan apa pun yang terjadi,’’ ujar pelatih Prancis, Raymond Domenech seperti dilansir Reuters, pagi tadi.
Dalam pertemuan terakhir dengan Irlandia di Stade de France lima tahun silam, suporter tim tamu justru lebih riuh dibandingkan suporter tuan rumah. Ketika itu Stade de France berubah menjadi lautan hijau, warna tim Irlandia. Untuk laga nanti panitia memperkirakan Irlandia akan didukung secara langsung oleh 25 ribu suporternya.
Meski telah mengantongi keunggulan satu gol berkat kemenangan 1-0 pada leg pertama di Croke Park Stadium, bukan berarti Prancis bisa bermain lebih santai. Ini karena tim tamu dipastikan bakal bermain dengan determinasi tinggi mengingat peluang buat Irlandia untuk lolos juga masih terbuka. Masalah lain bagi Prancis adalah badai cedera pemain.
Selagi Franck Ribery, Gael Clichy dan Jimmy Briand belum pulih, Domenech mendapat kabar lebih buruk lagi setelah Jeremy Toulalan dan Abou Diaby mundur dari skuad untuk kembali ke klub masing-masing. Keduanya tidak akan memaksakan diri untuk bermain karena masih cedera.
Eric Abidal juga absen selama tiga minggu karena mengalami cedera paha yang didapat saat leg pertama. Kemungkinan besar Sebastien Squillaci atau Julien Escude akan menggantikan pemain Barcelona tersebut.
’’Kami tahu ini tidak akan mudah. Karenanya kami tidak mau terlena hanya karena unggul satu gol. Semua hasil tergantung pada diri kami sendiri. Saya harap pemain juga sama seperti saya, tidak sabar untuk dapat tiket ke Afrika Selatan karena semangat seperti itulah yang akan membuat permainan berbeda,’’ tukas Domenech. Perubahan Sementara itu di kubu Irlandia, pelatih Giovanni Trapattoni sudah menyebutkan akan terjadi beberapa perubahan setelah timnya mengalami kekalahan di Dublin. Aiden McGeady dan Leon Best kemungkinan akan diturunkan, sementara pemain tempermental Keith Andrews akan disingkirkan supaya Darron Gibson dipasang sejak awal.
Melihat betapa pentingnya pertandingan ini, Irlandia diperkirakan bakal kembali menerapkan format 4-4-2, kurang-lebih sama dengan susunan pada empat hari lalu. Trapattoni menginginkan timnya tampil lebih ofensif untuk mencuri gol tandang.
’’Kami cukup bagus di leg pertama, hanya masih belum beruntung. Satu hal yang saya tekankan kepada anak-anak adalah mereka harus bermain dengan penuh semangat, tapi dalam kondisi kepala tetap dingin. Saat di lapangan, kita kadang tidak menyadari apa saja yang akan terjadi,’’ kata arsitek asal Italia itu. msh-de |