Halaman Utama arrow Magelangan arrow 29 ekor ayam mati mendadak
Cari Arsip Berita
Menu Wawasan
Halaman Utama
Nasional
Olah Raga
Internasional
Ilmu Pengetahuan
Semarangan
Demak-Grobogan
Kendal
Salatiga
Ungaran-Ambarawa
Magelangan
Kedu Yogya
Radius Solo
Banyumasan
Pesisir Timur
Pesisir Barat
Gebyar
OPINI
29 ekor ayam mati mendadak
Wednesday, 25 November 2009

29 ekor ayam mati mendadak
Penyemprotan desinfektan ditingkatkan

NGRABAG - Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang, melakukan tes anigen terhadap 29 ekor ayam yang mati mendadak, dari 86 populasi unggas di Dusun Kalitelon, Desa Losari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Ma-gelang. Sebab, Dusun Kalitelon merupakan daerah perbatasan wilayah Kabupaten Semarang yang positif terkena serangan Avian Influenza (flu burung).

”Setelah kami lakukan tes anigen terhadap 29 bangkai ayam yang mati, hasilnya negatif. Karena tidak ditemukan adanya virus H5N1 (flu burung). Namun kami terus melakukan penyemprotan desinfektan ke wilayah perbatasan,” kata Kasi Kesehatan Hewan Dispeterikan Kabupaten Magelang, drh Jonh N, kemarin.

Menurut Jonh, untuk mencegah penyebaran AI di wilayah Kabupaten Magelang, pihaknya melakukan penyemprotan desinfektan di wilayah perbatasan, yakni perbatasan Kabupaten Semarang, Temanggung, Salatiga dan Boyolali. Sedangkan pencegahan dintensifkan di perbatasan wilayah Kabupaten Semarang, mengingat wilayah tersebut positif terkena virus AI.

Penyemprotan desinfektan ini, merupakan langkah antisipasi, sebelum virus mematikan itu masuk ke wilayah Ka-bupaten Magelang, terutama melalui arus lalu lintas perdagangan unggas antardaerah.

Flu babi
Selain virus flu burung, jajaran aparat Dispeterikan, telah mengintensifkan sosialisasi virus flu babi atau H1N1 yang kini sudah masuk ke wilayah Jateng/DIY. Bahkan jajaran Dispeterikan, tak segan menghancurkan kandang babi yang berdekatan dengan kandang ayam. ”Virus H1N1 (flu babi) berhubungan dengan virus H5N1 (flu burung), maka sangat membahayakan bagi kesehatan manusia, karena gabungan virus tersebut sangat ganas,” tambahnya.

Sedangkan kandang babi yang berdekatan dengan kandang ayam di Dusun Dampit, Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Magelang, sudah dirobohkan atas persetujuan pemiliknya. Sedang hewan babi, dipindahkan ke tempat yang jauh dari pemukinan  dan kandang ayam.

Upaya tersebut, lanjutnya untuk menghindari agar virus H1N1 tidak bersentuhan dengan virus H5N1. Himbauan melalui surat edaran kepada peternak ayam maupun babi, agar peternak terus melakukan pembersihan kandang secara rutin. Tujuannya supaya virus membahayakan itu tidak menular ke manusia pada musim penghujan ini. Ali-skh

 
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan