Halaman Utama arrow Pesisir Timur arrow Nelayan Desa Puncel berharap beras paceklik
Cari Arsip Berita
Menu Wawasan
Halaman Utama
Nasional
Olah Raga
Internasional
Ilmu Pengetahuan
Semarangan
Demak-Grobogan
Kendal
Salatiga
Ungaran-Ambarawa
Magelangan
Kedu Yogya
Radius Solo
Banyumasan
Pesisir Timur
Pesisir Barat
Gebyar
OPINI
Nelayan Desa Puncel berharap beras paceklik
Monday, 18 January 2010

Nelayan Desa Puncel  berharap beras paceklik

PATI- Cuaca buruk dan gelombang besar di laut saat ini menyebabkan para nelayan di Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti tidak berani melaut. Mereka memilih menghentikan aktivitas mencari ikan sambil menunggu kondisi alam kembali membaik.

Menurut salah seorang perangkat Desa Puncel, Sumarlan, kondisi seperti itu sudah terjadi sekitar lima hari terakhir. "Sejak Rabu yang lalu kondisi cuaca memang tidak memungkinkan para nelayan di sini untuk berangkat melaut," ungkapnya.

Tidak adanya nelayan yang mencari ikan di laut menyebabkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puncel menjadi sepi. Menurut Sumarlan, saat ini memang tidak ada aktivitas pelelangan ikan di tempat tersebut, karena tidak ada nelayan yang menjual ikan hasil tangkapannya di TPI.

Menurut in-formasi yang diterima dari BMG, cuaca buruk di sekitar perairan Puncel diperkirakan akan berlangsung sampai se-puluh hari lagi. "Kami harapkan cuaca segera membaik, sehingga nelayan di sini bisa kembali bekerja. Sebab sebagian besar warga di sini me-mang menggantungkan pendapatan sebagai nelayan. Ka-lau tidak bisa mencari ikan, tidak mempunyai penghasilan," imbuhnya.

Sumarlan menambahkan, jumlah nelayan di Desa Puncel sekarang ini sekitar 400 orang. Hampir semua nelayan di desa tadi mencari ikan dengan menggunakan perahu kecil atau perahu cukrik. Karena hanya menggunakan perahu kecil, nelayan di Desa Puncel hanya bisa mencari ikan di laut dangkal.

"Biasanya nelayan di sini mencari ikan di sekitar Pulau Mandalika. Jarak antara Pulau Mandalika dengan Puncel memang tidak terlalu jauh, kalau terlalu ke tengah berbahaya karena perahunya kecil, " ujar Sumarlan.

Beras paceklik
Saat masa peceklik seperti sekarang ini, lanjutnya, para nelayan sangat berharap bantuan beras paceklik yang disalurkan KUD Sarono Mino yang mewadahi para nelayan di Kabupaten Pati. Dikatakan, biasanya bantuan paceklik untuk para nelayan disalurkan pada Februari.

"Untuk tahun ini kami tidak tahu, apakah ada bantuan paceklik karena Perda pengelolaan TPI tidak mengalokasi dana untuk bantuan paceklik.Biasanya hasil pungutan retribusi lelang ikan di TPI disisihkan untuk anggaran paceklik tadi," imbuhnya. Juk-bg

 
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan