|
Aktivitas suporter sepakbola di luar lapangan (2) ’Nggandhul’ truk, wujud cinta pada klub  Foto: Weynes BANYAK hal yang dilakukan suporter sepakbola di luar lapangan. Namun apa yang mereka lakukan itu, terkadang membikin waswas orang lain, dan bahkan justru sering membuat trauma para para pemilik mobil pikup. Hampir setiap kali Persebaya berlaga di stadion Gelora 10 Nopember, kerap dijumpai para bonek (sebutan suporter Persebaya) yang nggandhul kendaraan truk maupun pikup di tengah atau perempatan jalan. Ini pun juga dilakukan para suporter PSIS, Persijap maupun Persis Solo. Setiap kali ada jadwal pertandingan sepakbola, maka bisa dipastikan para pemilik mobil pikup suka menghindar melewati jalur menuju stadion.
Karena umumnya suporter tersebut setengah memaksa untuk naik ke truk atau pikap, sekadar menumpang menuju stadion.
Tanpa disadari aksi tersebut membahayakan nyawa, namun mereka terlihat enjoy melakukannya. Padahal, pernah ada kejadian truk yang diganduli puluhan suporter Persebaya terguling. Namun, tak sampai menimbulkan korban jiwa.
’’Kalau suporter nggandhul truk, itu sudah biasa menjelang dan sesudah pertandingan Persebaya. Itu adalah salah satu bentuk kecintaan mereka terhadap Persebaya,” kata Hamin Gimbal, salah satu pentolan suporter fanatik Persebaya.
Umumnya, perilaku nggandhul truk dilakukan oleh suporter yang tidak punya uang. Usia mereka masih belasan tahun. Mereka yang melakukan aksi itu kebanyakan berasal dari luar Surabaya, seperti Gresik, Lamongan dan Sidoarjo.
Meski berkali-kali kena operasi polisi lalu lintas, tak digubris. Buktinya, mereka bisa sampai di stadion. ’’Sulit dicegah, karena nggandhul truk, gratis. Apalagi dilakukan beramai-ramai,” tambahnya. Rawan kejahatan Polisi terpaksa mensweeping suporter yang naik truk, karena selain rawan kecelakaan, juga rawan aksi kejahatan. Seringkali dijumpai suporter yang nggandul truk memukul mobil dengan tongkat bendera yang mereka bawa. Akibatnya, perilaku unik suporter Persebaya itu membuat ketar-ketir para pengendara bermotor. "Kalau ada suporter yang sampai merusak mobil saat melintas, itu hanya oknum saja," kelitnya. Di dalam stadion, tak kalah uniknya. Sepanjang pertandingan, ribuan suporter selalu menyanyikan 10 lagu-lagu mars Persebaya dengan gerakan yang beraneka ragam yang berjumlah 12 gerakan. Dalam menyanyi dan melakukan gerakan, ribuan suporter itu selalu mengikuti arahan dua pimpinan suporternya, Hamim dan Oktovison yang bertindak selaku dirigen. "Tak ada persiapan. Semua mengalir begitu saja," tutur Hamim. Ketika lelah menyanyi, mereka melakukan gerakan lain, seperti berdiri dan melambaikan tangan mengitari stadion. Tak pelak lagi, perilaku unik ini membuat penonton lain ikut-ikutan melakukan gerakan serupa. bersambung Bambang W-yan |