.:: SEGENAP KARYAWAN KORAN SORE WAWASAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H. MINAL 'AIDIN WAL FA'IZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ::.

WawasanDigital - Operasi transplantasi hati Bilqis
Halaman Utama
Cari Arsip Berita
Menu Wawasan
Halaman Utama
Nasional
Olah Raga
Internasional
Ilmu Pengetahuan
Semarangan
Demak-Grobogan
Kendal
Salatiga
Ungaran-Ambarawa
Magelangan
Kedu Yogya
Radius Solo
Banyumasan
Pesisir Timur
Pesisir Barat
Gebyar
OPINI
Business Wisdom

In a desperate situation, they fear nothin, when there is no way out, they stand firm

HESMI

Operasi transplantasi hati Bilqis
Wednesday, 03 February 2010

Operasi transplantasi hati Bilqis RS Dr Kariadi siapkan 20 dokter

SEMARANG - Tim cangkok hati RSUP Dr Kariadi Semarang, kembali akan melakukan operasi transplantasi hati. Rabu (3/2) hari ini, Bilqis Anindya Passa tiba di Semarang, dan langsung menjalani serangkaian pemeriksaan medis.

Direktur Layanan Medik RSUP Dr Kariadi, dr Bambang Wibowo, menjelaskan, pihaknya belum dapat menentukan penanganan apa yang akan diberikan kepada anak kedua pasangan Ardianta Passa (33) dan Dewi Farida (37), sebelum ada hasil pemeriksaan medis.

’’Kami masih akan melihat dulu riwayat kesehatan pasien. Kami juga akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada pasien. Mulai dari pemeriksaan laboratorium, foto rontgen, serta pemeriksaan penunjang lainnya, untuk memastikan seberapa parah kelainan yang diderita pasien,” terang dia.

Berdasarkan diagnosis tim dokter RSCM di mana Bilqis pernah dirawat, diketahui balita tersebut menderita atresia bilier, yakni pada kondisi ini saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal. Padahal, fungsi dari sistem empedu adalah membuang limbah metabolis dari hati, dan mengangkut garam empedu yang diperlukan untuk mencerna lemak di dalam usus halus.

Selain itu, terjadi penyumbatan aliran empedu dari hati ke kandung empedu yang bisa menyebabkan kerusakan hati. Biasanya atresia bilier terjadi karena perkembangan abnormal, dari saluran empedu di dalam dan di luar hati. Mengingat kondisi tersebut, warga Jalan Kramat Sentiong Gang Masjid Nomor E 87 F RT 007 RW 06, Jakarta Pusat ini harus menjalani transplantasi hati.

Organ hati
Menurut dr Bambang, pada transplantasi hati seperti yang dijalani sejumlah pasien di rumah sakit tersebut, organ hati yang digunakan diambil dari keluarganya sendiri. Bukan dari relawan lain. Pasalnya, organ dari keluarga terdekat relatif lebih cocok dengan tubuh pasien.

’’Kami sendiri belum bisa memastikan kapan akan melakukan operasi. Sebab, kami masih harus menunggu hasil pemeriksaan medis. Yang jelas, operasi akan menggunakan donor dari keluarga. Bukan kadaver,” beber dia.

Kasus transplantasi hati semacam itu, memang bukan kali pertama dilakukan tim cangkok hati RSUP Dr Kariadi. Anggota tim yang dipersiapkan berjumlah 20 dokter, antara lain ahli patologi klinis, anak, bedah, penyakit dalam, dan anastesi. Pada 2006 lalu, operasi serupa berhasil dilakukan pada Ulung Hara Hutama asal Semarang, yang hingga kini dalam kondisi sehat.

Dukungan dari masyarakat melalui posko koin cinta Bilqis masih terus mengalir, dan mencapai Rp 230 juta. Meliputi Denpasar, Makassar, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan lainnya. Dukungan juga bisa disampaikan me-lalui BCA dengan nomor rekening 6340204580 atas nama Bilqis Anindya Passa, dan Bank Mandiri dengan rekening 1230005525490 atas nama Dewi Farida qq Bilqis Anindya P.  uly-yan

 
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan