|
Operasi Bilqis ditangani 41 dokter Berat badan harus 9 kg  Foto: Weynes-Ct SEMARANG - Meski Bilqis Anindya Passa sudah mulai menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan di RSUP dr Kariadi Semarang, dia mesti menunggu waktu pelaksanaan operasi cangkok hati yang akan dilakukan tim dari rumah sakit tersebut. Pasalnya, dibutuhkan waktu cukup lama untuk memastikan tindakan yang akan ditempuh. Salah satu anggota Tim Cangkok Hati RSUP dr Kariadi, Prof Dr dr AG Sumantri SpA(K), menjelaskan, pelaksanaan operasi pada Bilqis belum dapat dilakukan dalam waktu dekat ini. Sebab, untuk dapat menentukan tindakan operasi yang akan ditempuh, diperlukan sejumlah rangkaian pemeriksaan. Baik terhadap Bilqis, maupun calon pendonor hati.Semuanya harus dipersiapkan benar, sejauh mana fungsi organ tubuh lain jika menerima hati dari pendonor. Demikian juga pendonor yang juga mesti menjalani pemeriksaan secara detail, untuk dapat menghitung kecocokan dan berapa volume jaringan yang dapat digunakan.
”Pemeriksaan ini belum bisa selesai dalam waktu satu minggu,” beber Prof Sumantri, saat ditemui di sela-sela pemeriksaan Bilqis, Rabu (3/2), kemarin.
Ditambahkan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum anak kedua pasangan Doni Ardianta Passa (33) dan Dewi Farida (37) ini dioperasi. Antara lain, Bilqis maupun pendonor harus bebas dari virus Hepatitis A, B, C, TORCH, EBV, dan sebagainya. Di samping, memeriksa kecocokan hati yang akan didonorkan. Selain itu, Bilqis juga harus menaikkan berat badannya hingga mencapai sembilan kilogram.
”Sekarang ini berat badan Bilqis baru 7,8 kilogram. Untuk dapat menjalani operasi, beratnya harus ditambah hingga mencapai sembilan kilogram. Ini menjadi tugas ahli gizi untuk dapat menaikkan berat badan pasien sampai memenuhi persyaratan. Tapi, kami yakin jika itu tidak membutuhkan waktu yang lama,” jelas dia. Kerja sama Untuk melakukan operasi itu, pihaknya tidak hanya menerjunkan sedikitnya 41 dokter, tapi juga bekerja sama dengan tim dokter dari National University Hospital System Singapura yang telah lebih dari 200 kali melakukan operasi cangkok hati, dengan tingkat keberhasilan 97 persen. Pihaknya juga optimistis pelaksanaan operasi cangkok hati dapat berhasil dilakukan, mengingat sebelumnya Tim Cangkok Hati RSUP dr Kariadi juga berhasil melakukan operasi yang hampir sama, pada pasien Ulung Hara Utama. Diterangkan, berdasarkan pemeriksaan terdahulu, Bilqis didiagnosis menderita atresia bilier, di mana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal. Sebelum menjalani operasi cangkok hati, bocah berusia 17 bulan ini sudah melakukan operasi kasai untuk membuat saluran liver ke empedu. Namun, reaksinya masih kurang dari yang diharapkan. Sehingga, tetap harus dilakukan operasi cangkok hati. Sementara itu, Direktur Utama RS dr Kariadi, dr Hendriani Selina SpA(K) MARS, mengatakan, pihaknya terus menyiapkan pelaksanaan operasi cangkok hati, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia (SDM). Selain itu, seluruh biaya pemeriksaan dan operasi yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah, juga akan ditanggung oleh Kementrian Kesehatan. uly-Ct |