.:: SEGENAP KARYAWAN KORAN SORE WAWASAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H. MINAL 'AIDIN WAL FA'IZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ::.

WawasanDigital - Lobi politik gencar, sikap terbelah
Halaman Utama
Cari Arsip Berita
Menu Wawasan
Halaman Utama
Nasional
Olah Raga
Internasional
Ilmu Pengetahuan
Semarangan
Demak-Grobogan
Kendal
Salatiga
Ungaran-Ambarawa
Magelangan
Kedu Yogya
Radius Solo
Banyumasan
Pesisir Timur
Pesisir Barat
Gebyar
OPINI
Business Wisdom

"Customers" are the people, the citizens of the empire. In marketing, people are our customers, and our customers are king, we serve at their pleasure

Sun Tzu

Lobi politik gencar, sikap terbelah
Thursday, 04 February 2010

Lobi politik gencar, sikap terbelah Pansus Century digembosi

JAKARTA - Indonesian Corruption Watch (ICW) menyatakan, masyarakat harus siap-siap kecewa dengan hasil akhir Pansus Skandal Bank Century, karena tidak bakalan sesuai harapan masyarakat. Ujung-ujungnya, Pansus Century akan menyatakan bahwa dana talangan (bailout) untuk Bank Century sebesar  Rp 6,7 triliun tidak ada masalah.

Apalagi menjelang berakhirnya tugas pansus gencar dilakukan lobi-lobi politik untuk menggembosi pansus.

’’Sekarang saja sudah kelihatan pansus terbelah. Partai-partai koalisi yang mayoritas di DPR sudah menyatakan bailout tidak ada masalah. Kalau nantinya dilakukan voting, sudah dipastikan bahwa bailout tidak ada masalah, karena dilakukan untuk menyelamatkan krisis ekonomi,’’ kata Koordinator ICW, Danang Widoyoko kepada Wawasan, pagi tadi di Jakarta.

Kalau pun nantinya ditemukan adanya pelanggaran dalam mengucuran dana ke Bank Century itu, paling yang kena adalah karyawan-karyawan rendahan di Bank Indonesia ataupun di Departemen Keuangan. Sementara pejabat-pejabat tinggi negara yang mendorong dilakukan bailout bakal lolos dari jeratan hukum alias aman-aman saja.

Lobi politik
Adanya lobi-lobi politik untuk menggembosi pansus dibenarkan oleh Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso. Lobi itu bukan cuma dilakukan tingkat tinggi, tetapi juga di tingkat tengah bahkan bawah. "Tapi saya kira itu (lobi) adalah hal yang wajar, dan tidak dilarang dalam politik. Semua kan tergantung dari yang dilobi," katanya.

Priyo sendiri mengakui, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie terus melakukan komunikasi dengan Presiden SBY. Namun ketika disinggung mengenai sikap Golkar, Priyo memastikan pihaknya belum akan mengambil kesimpulan perlu tidaknya pemakzulan.

"Sikap Golkar adalah menelusuri kasus Century selebar-lebarnya, sampai ke ujung bumi sekali pun,"tandasnya.

Sementara anggota Pansus dari Fraksi Hanura, Akbar Faisal menyatakan pansus sudah mulai terbelah. Perpecahan anggota pansus ini jelas terlihat pada kesimpulan poin soal aliran dana. Pada poin itu anggota pansus ada yang menegaskan selesai, dan ada sebagian yang mengatakan belum selesai.

"Kalau ditanya ke saya, urusan aliran dana belum selesai, karena harus menghadirkan SBY sebagai penanggung jawab. Sebagai pemilik rumah, masa nggak tahu ada tikus yang masuk," tandasnya.

Kepentingan
Sejak semula ICW sudah menduga, dengan dibentuknya Pansus Century adalah untuk melemahkan skandal tersebut, sehingga kasus ini semakin tidak jelas. Selain itu juga ada kepentingan-kepentingan tertentu dari partai politik. "Bukan mencari kebenaran dari kasus itu, tapi untuk kepentingan-kepentingan tertentu dari partai politik," kata Danang.

Hal itu dapat dilihat dari tidak adanya sedikit pun dukungan pansus supaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempercepat proses hukum kasus tersebut. Begitu juga ketika KPK kesulitan berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Kepolisian dalam mengusut kasus ini, pansus malah membiarkannya, "Tak ada upaya pansus mendorong KPK mempercepat penyidikan kasus ini," tandasnya.

Jadi, menurut Danang, sebetulnya Pansus ini hanya buang-buang energi saja. Karena kasus ini akan semakin tidak jelas dan jauh dari harapan masyarakat. Kalau pansus benar-benar mau mengusut tuntas kasus ini, yang harus dilakukan sekarang adalah mereka mendatangi KPK dan minta agar segera mempercepat penyidikan dan memanggil pejabat-pejabat yang diduga terlibat kasus ini.

Soal kemungkinan keterlibatan Boedi Sampurna, Danang meminta KPK bekerja keras untuk membuktikan bahwa nasabah terbesar dari Bank Century itu terlibat dalam pengambilan kebijakan bailout Century. Pasalnya, dialah yang paling menikmati bailout tersebut. ary-Ct

 
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan