|
Calon pendonor hati terus berdatangan Berat badan Bilqis naik  Foto: Ully Manik-pu SEMARANG-Meski tim cangkok hati RSUP Dr Kariadi Semarang menyatakan kecil kemungkinan menggunakan donor dari kedua orang tua Bilqis karena perbedaan golongan darah. Namun, Doni Ardianta Passa ayah Bilqis, tetap berharap adanya kejutan dari tim dokter. Menurutnya, tim dokter terus menganalisis hasil pemeriksaan dan kemungkinan tindakan operasi yang akan dilakukan. Dia juga mendapat informasi akan adanya kejutan dari tim dokter. ”Tapi kejutannya seperti apa, saya belum tahu. Semoga saja hasilnya menggembirakan. Bagaimana pun, kami berharap agar pendonor hati untuk Bilqis dari keluarga sendiri,” ujar dia, saat ditemui di Ruang Merak RSUP Dr Kariadi, kemarin.Diakui, hingga kini pihaknya masih belum menemukan adanya keluarga terdekat yang memiliki golongan darah AB seperti Bilqis. Namun, tidak menutup kemungkinan masih ada keluarga besarnya dengan golongan darah AB, yang bersedia mendonorkan hatinya untuk anak keduanya itu.
”Sebenarnya, kami berharap sebisa mungkin donor berasal dari keluarga inti. Kalau tidak dapat, bisa dari keluarga besar atau keluarga jauh. Kalau tidak juga ada, ya kemungkinan baru menggunakan donor lain,” kata Doni.
Sejauh ini, imbuh dia, sejumlah pendonor ginjal memang telah mendatanginya. Di RSUP Dr Kariadi sendiri, tidak kurang dari tiga orang telah menyatakan bersedia mendonorkan hatinya. Kendati begitu, Doni masih tetap menunggu hasil pemeriksaan dari tim dokter.
”Yang jelas, kami berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada Bilqis. Termasuk, mereka yang bersedia mendonorkan hatinya," tutur dia. Stabil Salah satu orang yang bersedia mendonorkan hatinya adalah Kisno (24), warga Jatikusumo, Mranggen, Kabupaten Demak. Dia sengaja datang ke RSUP Dr Kariadi, untuk bertemu dengan orang tua Bilqis, dan menyatakan bersedia mendonorkan hatinya. Bukan popularitas maupun penghargaan yang diinginkan Kisno. Namun, dia begitu tersentuh dengan perjuangan Bilqis maupun keluarganya yang menginginkan agar bocah 17 bulan itu bertahan hidup dan sembuh dari penyakitnya. Kebetulan, golongan darah pria tersebut sama dengan Bilqis. Sementara itu, hingga pagi tadi, Bilqis masih terus menjalani sejumlah pemeriksaan. Kemarin, bersama dengan ibunya, dia menjalani pemeriksaan jantung, yakni EKG dan ECHO. Tidak hanya itu, program gizi yang dijalaninya sejak dirawat di RSUP Dr Kariadi mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berat badannya naik dari 7,8 kilogram menjadi 8,2 kilogram. Seorang anggota tim cangkok hati Prof dr AG Soemantri SpAK menjelaskan, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan dan memantau perkembangan Bilqis. Mulai dari kondisi jantung, paru-paru, mata, telinga, dan lainnya. Secara umum, semuanya terhitung baik. Dia berharap agar kondisi Bilqis tetap stabil hingga pelaksanaan maupun setelah operasi cangkok hati. Prioritas Namun begitu, Prof Soemantri belum bisa memastikan kapan pelaksanaan operasi tersebut. Pihaknya, masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pendonor. Menurutnya, orangtua pasien masih menjadi prioritas pendonor hati, meski ada risiko penolakan karena perbedaan golongan darah. Sehingga, sejauh ini dia berpendapat jika pendonor dari luar keluarga masih belum diperlukan. Sambil menunggu pelaksanaan operasi, simpati terhadap Bilqis yang menderita atresia billier terus berdatangan. Kemarin, perwakilan Komunitas Cah Semarang (KCS) menyerahkan koin cinta untuk Bilqis senilai Rp 1,5 juta. Kumpulan koin pecahan Rp 500 rupiah tersebut diserahkan Ketua Umum KCS Nanang Agus Kristanto kepada ayah Bilqis, Doni Ardianta Passa. Nanang mengatakan, koin-koin tersebut dikumpulkan dari sumbangan para anggota KCS yang jumlahnya mencapai ribuan, sebagai bentuk kepedulian terhadap Bilqis. Koin-koin tersebut dikumpulkan selama tiga hari, tepatnya setelah Bilqis dirawat di Semarang. Namun begitu, jumlah bantuan yang akan diserahkan masih akan bertambah, mengingat pengumpulan koin masih terus dilakukan di sejumlah titik maupun di sekretariat KCS, Jalan Tampomas Selatan I No 9, Semarang. uly-pu |