|
Cuma didemo seorang mahasiswa Boediono-Ani aman di Semarang  Foto: Weynes-pu SEMARANG-Kota Semarang rupanya menjadi kota paling aman bagi Wapres Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Bila di tempat lain keduanya selalu menjadi incaran para demonstran, di ibukota Jawa Tengah ini mereka hanya disambut seorang demonstran.Kedatangan Wapres Boediono yang didampingi lima menteri, antara lain Menkeu Sri Mulyani, Mendiknas Muhammad Nuh, Menag Suryadharma Ali, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dan Menteri Negara BUMN, Mustafa Abu Bakar, Sabtu (6/2) pagi tadi, benar-benar nyaman bagi rombongan petinggi dari Jakarta ini.
Selain mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian, kondisi Semarang ternyata di luar dugaan. Aman dari kaum demonstran.
Terbukti hanya ada seorang demonstran yang menghadang rombongan wapres di Bundaran Kalibanteng, dekat Bandara Ahmad Yani, tempat rombongan turun dari pesawat.
Lendra, satu-satunya demonstran yang baru saja membentangkan spanduk sekitar pukul 08.30 WIB pagi tadi, langsung diangkut polisi. Mahasiswa semester V Jurusan Sastra Inggris, Undip ini dalam aksi tunggalnya menuntut agar skandal Bank Century yang merugikan uang negara sebesar Rp 6,7 triliun dikawal sampai mati, langsung ditarik beberapa petugas keamanan ke mobil Dalmas dan langsung dilarikan ke Mapolresta Semarang Barat.
Hingga berita ini diturunkan, mahasiswa asal Tegal itu masih ditahan di Mapolresta Semarang Barat. Sayangnya saat wartawan hendak memintai keterangan dari Syailendra Persada di Mapolres, tidak diizinkan oleh Kapolres.
Penangkapan itu sendiri berlangsung sangat cepat namun sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara polisi dengan S lendra . Di SMAN 3 Lokasi pertama yang dikunjungi rombongan wapres adalah SMAN 3 Semarang. Di sekolah tempat Menkeu Sri Mulyani menempuh pendidikan semasa SMA itu, rombongan bersilaturahmi dengan perwakilan pelajar se- Kota Semarang. Dalam sambutannya, Wapres Budiono mengatakan bahwa pendidikan merupakan kunci pokok kemajuan sebuah bangsa. Menurutnya, sebuah bangsa dapat terus maju berkembangan dan berkesinambungan adalah bangsa yang mengandalkan kemampuan sumber daya manusia (SDM), ketimbang mengandalkan sumber daya alam. "Oleh Sebab itu, jika kita ingin menjadi bangsa yang tercatat dalam sejarah, kita harus menyiapkan SDM kita, dan pendidikan adalah kunci utama untuk menyiapkan hal tersebut, termasuk menyiapkan pemimpin masa depan,"ujarnya. Dia menambahkan penyiapan sumber daya manusia, tak lepas dari pembentukan karakter, termasuk karakter bagi calon pemimpin masa depan. Menurutnya, karakter tak dapat diajarkan dengan cara menghapal, melainkan perlu diajarkan dengan contoh. Dan ini, menurutnya, merupakan tugas semua elemen, baik dari kalangangan pendidik, orang tua, dan lingkungan. Dia menyatakan perkembangan pendidikan di Indonesia makin baik, terbukti dengan makin banyaknya sekolah yang mengacu pada kualitas pendidikan internasional. Boediono mengatakan, untuk mampu bersaing, kualitas mutu harus mampu menembus standar mutu yang sesuai dengan dunia global. Dalam kesempatan tersebut, Menkeu Sri Mulyani juga diberikan kesempatan oleh wapres untuk memberi sambutan. Sri Mulyani merupakan alumnus SMAN 3 Semarang. Dalam sambutannya, Sri Mulyani banyak bercerita mengenai kenangan saat dia menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Ia mengatakan, bentuk pendidikan di SMA tersebut maupun sekolah-sekolah di Jateng pada umumnya telah mengalami peningkatan mutu yang tinggi. Terutama dalam hal mengelola pelayanan pendidikan. "Kalau saya lihat dari profil, mutu pendidikan, dilihat dari berbagai aspek telah jauh lebih baik, terutama dalam hal kurikulum, isi maupun cara mengelola sekolah. Kalau melihat saat ini saya iri, karena di jaman saya dulu tidak ada bilingual, pembelajaran dengan bahasa Inggris,"katanya lek/mun-pu |