.:: SEGENAP KARYAWAN KORAN SORE WAWASAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ::.

WawasanDigital - Hati ibu Bilqis belum tentu cocok
Halaman Utama
Cari Arsip Berita
Menu Wawasan
Halaman Utama
Nasional
Olah Raga
Internasional
Ilmu Pengetahuan
Semarangan
Demak-Grobogan
Kendal
Salatiga
Ungaran-Ambarawa
Magelangan
Kedu Yogya
Radius Solo
Banyumasan
Pesisir Timur
Pesisir Barat
Gebyar
OPINI
Business Wisdom

Pimpinlah dirimu sendiri sebelum memimpin orang lain

Budi Santoso

Hati ibu Bilqis belum tentu cocok
Tuesday, 09 February 2010

Hati ibu Bilqis belum tentu cocok

SEMARANG - Tim Cangkok Hati RSUP dr Kariadi Semarang terus mengintensifkan pemeriksaan terhadap ibu Bilqis Anindya Passa, Dewi Farida, meski golongan darah keduanya berbeda. Bahkan, sekarang ini tim dokter telah memeriksa ukuran pembuluh darah keduanya.

Salah satu anggota tim, Prof Dr dr AG Soemantri SpA(K) menjelaskan, pihaknya memang tengah mengupayakan donor hati dari orang tua Bilqis. Hal tersebut mengingat pengaruh psikologis antara orang tua dan anak dalam masa rehabilitasi.

Kendati begitu, pihaknya masih belum memutuskan apakah hati Dewi Farida cocok untuk didonorkan kepada bocah berusia 17 bulan itu. Pihaknya juga terus memperhitungkan reaksi yang mungkin terjadi, jika pen-donor diambilkan dari keluarganya. Untuk itu, dibutuhkan pe-meriksaan secara lebih detil.

”Hari ini (Senin kemarin, red), kami memeriksa kembali ibu Bilqis untuk melihat ukuran pembuluh darahnya. Selanjutnya, tim akan melakukan penghitungan,” ujar dia.

Sejak akhir pekan lalu (6/2), ibu dua anak sudah menjalani serangkaian pemeriksaan, di antaranya EKG, USG, foto thorak dan cek darah komplit. Sejauh ini, kondisi organ vital, seperti jantung, paru- paru, hati, terhitung bagus.

Risiko
Hal senada juga disampaikan anggota lainnya, dr Herlan SpPD KGEH. Menurutnya, tim medis masih mengupayakan agar do-nor hati dicangkokkan dari orang tua Bilqis. Tapi, mereka tetap mempertimbangkan dan memperhitungkan risiko yang dihadapi karena golongan darah keduanya tidak sama.
”Sekarang ini kondisi Bilqis juga masih dipantau ketat. Pasien dan keluarganya harus dijaga agar tetap steril. Karena itu tim tidak perbolehkan sembarang orang membezuk," kata dia.

Kakek Bilqis, Ocam Sjamsier mengatakan, hingga kini tidak ada hal yang mengkhawatirkan pada kondisi bocah penderita atresia bilier itu. Memang, beberapa waktu lalu Bilqis sempat terserang flu. Tapi, semuanya masih baik-baik saja.

"Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim dokter, mengenai siapa yang cocok untuk menjadi pendonor hati Bilqis. Mudah-mudahan saja, bisa diambilkan dari keluarga sendiri," tandas dia.uly-Ct

 
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan