.:: SEGENAP KARYAWAN KORAN SORE WAWASAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ::.

WawasanDigital - Dibantah, Kirun cs lakukan mogok makan
Halaman Utama arrow Nasional arrow Dibantah, Kirun cs lakukan mogok makan
Cari Arsip Berita
Menu Wawasan
Halaman Utama
Nasional
Olah Raga
Internasional
Ilmu Pengetahuan
Semarangan
Demak-Grobogan
Kendal
Salatiga
Ungaran-Ambarawa
Magelangan
Kedu Yogya
Radius Solo
Banyumasan
Pesisir Timur
Pesisir Barat
Gebyar
OPINI
Dibantah, Kirun cs lakukan mogok makan
Tuesday, 09 February 2010

Dibantah, Kirun cs lakukan mogok makan

SEMARANG - Kabar mogok makan di tahanan atas 22 tersangka kasus penyerangan disertai penjarahan barang-barang milik rombongan suporter Persijap di Semarang beberapa waktu lalu, dibantah Polresta Semarang Barat.

Kapolresta AKBP Sofiyan Nugroho SIK mengungkapkan, sebelum tim suporter dari keluarga Panser Biru membezuk para tersangka siang hari kemarin, mereka telah  menikmati makanan yang diberikan petugas.

’’Malah pada siang hari saat keluarga dari Panser Biru itu datang menjenguk, mereka juga asyik makan. Bahkan saat makan itu, mereka ditemani Kasat Intel yang kebetulan ada di lokasi,’’ jelas Kapolres saat dihubungi Wawasan, Selasa (9/2) pagi tadi.

Kapolres menambahkan, para tersangka sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif dalam kasus yang mengakibatkan sekitar 30 supoter Persijap — anggota Banaspati dan Jet Mania — mengalami luka-luka. ’’Kita masih mengembangkan dan melakukan pengejaran tersangka lain,’’ imbuhnya.

Tak tahu
Sementara itu mantan Ketua Umum Panser Biru, Andi Putra Alam mengatakan tidak mengetahui secara pasti kabar mogok makan dirigen Kirun beserta kawan-kawannya yang berada di sel. Pihaknya hanya menyatakan sangat prihatin dengan peristiwa pengeroyokan rombongan suporter Persijap beberapa waktu lalu itu. Terlebih tindakan tersebut seharusnya tidak perlu terjadi dan dilakukan.

"Sangat disayangkan kejadian kemarin. Apa pun alasannya, hal itu tidak dibenarkan. Apalagi ini sudah tidak benar di mata hukum," kata Andi pagi tadi.

Dia berharap, dengan kejadian ini dapat diambil pelajaran dan semoga ini menjadi yang terakhir. Ke depan diharapkan suporter dapat lebih baik lagi dan segera mengubah paradigma dengan lebih positif dan lebih suportif dalam mendukung suporter.Lek/jak/h-Ct

 
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan