|
Dibantah, Kirun cs lakukan mogok makan SEMARANG - Kabar mogok makan di tahanan atas 22 tersangka kasus penyerangan disertai penjarahan barang-barang milik rombongan suporter Persijap di Semarang beberapa waktu lalu, dibantah Polresta Semarang Barat.
Kapolresta AKBP Sofiyan Nugroho SIK mengungkapkan, sebelum tim suporter dari keluarga Panser Biru membezuk para tersangka siang hari kemarin, mereka telah menikmati makanan yang diberikan petugas.
Malah pada siang hari saat keluarga dari Panser Biru itu datang menjenguk, mereka juga asyik makan. Bahkan saat makan itu, mereka ditemani Kasat Intel yang kebetulan ada di lokasi, jelas Kapolres saat dihubungi Wawasan, Selasa (9/2) pagi tadi.
Kapolres menambahkan, para tersangka sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif dalam kasus yang mengakibatkan sekitar 30 supoter Persijap anggota Banaspati dan Jet Mania mengalami luka-luka. Kita masih mengembangkan dan melakukan pengejaran tersangka lain, imbuhnya. Tak tahu Sementara itu mantan Ketua Umum Panser Biru, Andi Putra Alam mengatakan tidak mengetahui secara pasti kabar mogok makan dirigen Kirun beserta kawan-kawannya yang berada di sel. Pihaknya hanya menyatakan sangat prihatin dengan peristiwa pengeroyokan rombongan suporter Persijap beberapa waktu lalu itu. Terlebih tindakan tersebut seharusnya tidak perlu terjadi dan dilakukan. "Sangat disayangkan kejadian kemarin. Apa pun alasannya, hal itu tidak dibenarkan. Apalagi ini sudah tidak benar di mata hukum," kata Andi pagi tadi. Dia berharap, dengan kejadian ini dapat diambil pelajaran dan semoga ini menjadi yang terakhir. Ke depan diharapkan suporter dapat lebih baik lagi dan segera mengubah paradigma dengan lebih positif dan lebih suportif dalam mendukung suporter.Lek/jak/h-Ct |