|
Boediono dan Ani sebaiknya mundur JAKARTA- Ketua Majelis Penasihat Partai (MPP) PAN HM Amien Rais mendesak Boediono dan Sri Mulyani mundur dari jabatannya, menyusul dikeluarkannya rekomendasi bahwa bailout Bank Century melanggar hukum dan harus diproses secara hukum.
’’Dengan keputusan rekomendasi bahwa bailout Bank Century salah dan harus diproses hukum, mestinya Wapres Boediono maupun Menkeu Sri Mulyani mundur. Justru kasihan SBY, kalau kedua pejabat yang diduga terlibat skandal Century itu tetap dipertahankan, karena akan terus menyandera pemerintahan ke depan,’’kata Amien, usai bertemu dengan Fraksi PAN di DPR, Jumat.
Dia menilai, kasihan Pak SBY kalau kedua tokoh ini tetap saja tidak mundur dengan alasan praduga tak bersalah dan lain-lain. Padahal keduanya sudah tidak mendapat kepercayaan politik dari sebagian besar anggota DPR. Bila Boediono dan Sri Mulyani tidak mundur dapat menyebabkan juga program pemerintah tidak efektif. Itu akan menyulitkan hubungan kedua lembaga ini. Ketika semua berpidato, presiden pidato, wapres pidato, saya mengatakan berpidato apa ini? Padahal, kasus Century ini belum selesai,’’tandas Amien Rais. Legawa Alasan tuntutan itu menurut Amien, bukan atas dasar suka atau tidak suka. Amien menegaskan bersikap seobjektif mungkin. Mengapa? ”Kalau sudah tidak dipercaya, demi stabilitas politik, tidak ada lagi demo, alangkah indahnya, alangkah eloknya, alangkah wajarnya, kalau kemudian dengan legawa Pak Boediono dan Sri Mulyani mengundurkan diri,” kata Amien.
Amien mengingatkan, pengunduran diri pejabat terjadi di negara mana pun. Rakyat justru akan terharu bila Boediono dan Sri Mulyani mundur. Langkah selanjutnya tinggal mencari pengganti keduanya yang kredibel. Ia menyontohkan di Jepang, AS, Kanada, bahkan di negara Yahudi, Israel, sekali pun dengan kasus seperti ini seorang pejabat akan mundur.
’’Nah, kalau di Indonesia yang berlaku maju tak gentar. Silakan maju tak gentar. Tapi nantinya mungkin akan lebih ruwet. Ya blunder kalau presiden malah melindungi,”tutur mantan Ketua MPR RI ini.
Pada kesempatan itu Amien membantah bahwa dirinya akan mundur dari PAN akibat kekecewaan atas sikap partai yang dibidaninya itu. ”Tidak betul saya akan keluar dari PAN. Pada saatnya saya akan pindah dari PAN itu betul, jadi saya konsolidasi dulu di mana PAN sedang gonjang-ganjing,” kata Amien Rais.
Menurut Amien di bawah kepemimpinan Hatta Rajasa dan Dradjad Wibowo, PAN makin solid. Pada saatnya nanti dia akan pindah. Karena sudah hampir 12 tahun saya ikut mendirikan, ikut merawat, ikut menyuburkan. Jadi, katanya, semua sunnatullah. Ada masa datang, ada masa pergi.
’’Saya akan umumkan langkah selanjutnya pada bulan-bulan mendatang. Nanti akan ada press conference resmi, mungkin April, mungkin awal Mei, wallahu’alam,” ujar deklarator PAN ini.
Amien juga bersyukur bahwa kepengurusan MPP PAN periode 2010-2015 sudah terbentuk. MPP PAN memiliki 17 orang. Ketua Mejelis Penasihat Partai (MPP) Amien Rais, Wakil Ketua MPP AM Fatwa dan Wakil Ketua MPP Sabri Saiman. Amien juga membacakan AD/ART PAN. Isinya antara lain, tugas MPP PAN yakni memberikan nasihat pada setiap jenjang kepengurusan partai baik diminta atau tidak, dan memberikan penilaian terhadap setiap keputusan partai. Yang pasti katanya,’’Saya ada atau tidak, roh saya tetap di PAN.” katanya.ary—sn |