.:: SEGENAP KARYAWAN KORAN SORE WAWASAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H. MINAL 'AIDIN WAL FA'IZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ::.

WawasanDigital - SBY telat ambil alih
Halaman Utama
Cari Arsip Berita
Menu Wawasan
Halaman Utama
Nasional
Olah Raga
Internasional
Ilmu Pengetahuan
Semarangan
Demak-Grobogan
Kendal
Salatiga
Ungaran-Ambarawa
Magelangan
Kedu Yogya
Radius Solo
Banyumasan
Pesisir Timur
Pesisir Barat
Gebyar
OPINI
Business Wisdom

Orang yang selalu menyalahkan orang lain, mereka sendiri masih jauh dari tujuan yang ingin dicapai, orang yang selalu menyalahkan dirinya sendiri, setengah dari tujuan telah tercapai (part of the problem), orang yang tidak prenah menyalahkan siapapun, merekalah yang telah mencapai tujuan (part of the solution)

HESMI

SBY telat ambil alih
Saturday, 06 March 2010

SBY telat ambil alih

SURABAYA - Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi hasil akhir Pansus Angket Century DPR RI, dianggap sebagai langkah sia-sia dan terlambat.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menilai, seharusnya SBY lebih tepat bersikap demikian pada saat kasus bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun belum ramai dibicarakan dan dipansuskan.

’’Saya kira kalau presiden mau mengambil alih kasus Century, mestinya dilakukan jauh-jauh hari. Ini akan lebih sederhana. Jadi, sebagai kepala negara punya hak untuk mengambil tindakan atas nama keselamatan negara,” kata Hasyim usai membuka Lokakarya Nasional Pengembangan Rumah Sakit NU dalam Era Globalisasi di Hotel Majapahit Surabaya, Jumat (5/3).

Langkah SBY mengambil alih kasus Bank Century, menurut mantan cawapres pasangan Megawati saat pilpres 2004 ini, maksudnya adalah SBY atas nama keselamatan negara harus siap bertanggung jawab ke MPR RI saat akhir masa jabatannya.

Artinya, jika itu dilakukan, kasus Century diperkirakan tidak akan merembet ke ranah hukum, politik dan administrasi seperti yang sekarang ini terjadi.

’’Itu kalau SBY mau bertindak dan berposisi sebagai kepala negara. Tapi, saat pidato di Istana Negara kemarin, SBY masih memposisikan sebagai presiden atau kepala lembaga tertinggi eksekutif. Artinya, SBY terpaksa harus membagi mana yang masalah politik, hukum dan administrasi,” tegasnya.

Pengasuh Ponpes Al-Hikam Malang ini mengkritik SBY terlalu lamban dalam menyikapi kasus Bank Century yang berakibat terjadinya gelombang unjuk rasa di berbagai daerah.

’’Seharusnya SBY bersikap mengambil alih sebagai kepala negara dulu jauh-jauh hari, sebelum segala sesuatunya diedhel-edhel seperti ini,” pungkasnya.inl—sn

 
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan