.:: SEGENAP KARYAWAN KORAN SORE WAWASAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H. MINAL 'AIDIN WAL FA'IZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ::.

WawasanDigital - Musibah hilangnya KM Sumber Barokah di perairan
Halaman Utama
Cari Arsip Berita
Menu Wawasan
Halaman Utama
Nasional
Olah Raga
Internasional
Ilmu Pengetahuan
Semarangan
Demak-Grobogan
Kendal
Salatiga
Ungaran-Ambarawa
Magelangan
Kedu Yogya
Radius Solo
Banyumasan
Pesisir Timur
Pesisir Barat
Gebyar
OPINI
Business Wisdom

Pimpinlah dirimu sendiri sebelum memimpin orang lain

Budi Santoso

Musibah hilangnya KM Sumber Barokah di perairan
Tuesday, 09 March 2010

Musibah hilangnya KM Sumber Barokah di perairan Kalimantan Suami belum ditemukan, istri tuntut uang kesejahteraan

Image
Foto: Jukari-Ct
PATI - Belasan wanita bersama anak-anak kecil, Senin (8/3) kemarin, mendatangi kantor DPRD Pati. Mereka mengadukan nasib suaminya yang hilang, saat melaut bersama KM Sumber Barokah sejak 20 Januari lalu di sekitar Pulau Kalimantan.Ny Jarmiyati (31), salah seorang para wanita itu yang juga istri nakhoda KM Sumber Barokah, berharap Pemkab Pati membantu pencairan dana kesejahteraan bagi nelayan yang mengalami kecelakaan di laut. Dia yang datang bersama anaknya berusia delapan bulan itu mengungkapkan, dirinya kali terakhir kontak dengan suaminya pada 20 Januari lalu sekitar pukul 23.00.

Warga RT 04 RW 01 Desa Ngening Kecamatan Batangan tersebut menerangkan, saat itu suaminya memberi kabar kalau posisinya berada di sebelah timur Pulau Kalimantan dekat Pulau Matasiri. Kapal yang digunakan suaminya mencari ikan bersama 11 nelayan lainnya tersebut mengalami kerusakan mesin.

’’Saat itu cuaca sedang buruk, tinggi ombak sampai tiga meter,” tutur ibu dua anak tersebut dengan terbata-bata.

Para wanita itu merasa kalau suami mereka sudah tidak hidup lagi. Sebab sudah dua setengah bulan sejak berangkat melaut, atau tepatnya 31 Desember 2009 lalu, tidak kembali lagi. Padahal biasanya melaut 15 hari sudah pulang.

Dari 12 nelayan yang hilang, tujuh di antaranya adalah warga Desa Ngening Kecamatan Batangan. Mereka adalah Sutrisno (36), Slamet Sugiyono (23), Kamari (34), Wagiman (20), Suyono (36), Hartoyo (33), dan Legiman (36).

Kemudian Nyartono (30) warga Tayu, Hardi (34) warga Trangkil, serta Kasmin dan Sugiyono keduanya warga Juwana dan Hermanto warga Brebes.
           
Iuran

Koordinator Serikat Nelayan Pati (Senepi), Daslan yang mendampingi keluarga korban mendesak Pemkab Pati segera mencairkan dana kesejahteraan nelayan.

Dijelaskan, alokasi dana untuk membantu keliarga nelayan yang mengalami kecelakaan di laut sudah ada yakni dari 2,85 persen retribusi hasil lelang ikan di tempat pelelangan ikan (TPI).

Sementara itu Komisi IV DPRD Pati yang menerima pengaduan mengaku ikut prihatin dengan nasib yang dialami ABK KM Sumber Barokah. Bahkan Wakil Ketua DPRD Pati, Adji Sudarmaji, meminta anggotanya untuk iuran.

Dana yang dikumpulkan secara spontan itu langsung diberikan kepada keluarga korban.

DPRD berharap Pemkab Pati memperhatikan nasib keluarga nelayan tadi. Penyaluran bantuan memang harus sesuai prosedur, tetapi diharapkan waktunya tidak berlarut-larut. Juk-Ct

 
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan