Halaman Utama arrow Nasional arrow Dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur BI
Cari Arsip Berita
Menu Wawasan
Halaman Utama
Nasional
Olah Raga
Internasional
Ilmu Pengetahuan
Semarangan
Demak-Grobogan
Kendal
Salatiga
Ungaran-Ambarawa
Magelangan
Kedu Yogya
Radius Solo
Banyumasan
Pesisir Timur
Pesisir Barat
Gebyar
OPINI
Dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur BI
Wednesday, 10 March 2010

Dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur BI PDIP akan bela Tjahjo dan Panda

PADANG- Politisi PDIP, Tjahjo Kumolo dan Panda Nababan disebut terlibat menerima uang dalam suksesi pemilihan Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). DPP PDIP pun tidak akan tinggal diam.

”Kalau memang ada, ya apapun tentunya partai akan menghadapi itu dan akan memberikan bantuan hukum bagi para kader yang terkena persoalan hukum,” kata Sekjen PDIP, Pramono Anung di sela-sela menghadiri Konferensi Daerah PDI Perjuangan Sumatra Barat di Padang, Selasa (10/3).

Sejumlah politikus PDIP, seperti Tjahjo Kumolo dan Panda Nababan disebut dalam berkas dakwaan terdakwa Dudhie Makmun Murod pada sidang perdana dengan agenda mendengarkan dakwaan Penuntut Umum KPK. Dalam dakwaan itu, sejumlah anggota DPR Fraksi PDIP periode 1999-2004 dituding turut menerima traveller cheque dalam pemilihan Miranda Goeltom.

Terhadap kadernya yang terkena persoalan hukum itu, Pramono menyatakan telah menjadi tekad partainya memberikan perlindungan hukum. Ia menambahkan, kasus-kasus hukum kader harus dibedakan dengan persoalan politik.

Penuh tekanan
Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merespon hasil rekomendasi pansus Century DPR.

”Kami mengharapkan presiden segera merespon,” ujar Megawati Soekarnoputri di Padang, kemarin. Mega mengatakan, fraksinya telah meminta DPR untuk membentuk tim pengawas jalannya kasus Century pasca paripurna DPR.

Sejauh ini, Megawati mendukung tegas pengusutan kasus Century hingga tuntas. Terkait gencarnya tekanan berupa tudingan 19 politisi PDIP menerima uang suap dalam pemilihan deputi gubernur BI dengan penyelidikan kasus korupsi yang melibatkan politisi partai berlambang kepala banteng bermoncong putih ini, Mega melihat ada nuansa ke arah itu.

"Kami dapat merasakan nuansa itu (tekanan)," kata Mega.Meskipun mengaku bisa merasakan adanya tekanan secara politis, Mega mengaku, partai PDIP tetap konsen untuk mengungkap kasus Century.

Mega berkunjung ke Padang untuk memulai safari konfrensi daerah PDIP di Sumatera. Sumbar menjadi tujuan pertama Mega untuk memulai konferda setelah menyelesaikan konferda di Pulau Jawa.Menurutnya, DPP PDIP menargetkan konferda di seluruh daerah akan selesai pada minggu ketiga bulan ini. Saat ini, sudah 15 pengurus DPD PDIP yang menggelar konferda.inl/vivanews-pu

 
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan