Halaman Utama arrow Nasional arrow Warga Petarukan tanggapi dingin
Cari Arsip Berita
Menu Wawasan
Halaman Utama
Nasional
Olah Raga
Internasional
Ilmu Pengetahuan
Semarangan
Demak-Grobogan
Kendal
Salatiga
Ungaran-Ambarawa
Magelangan
Kedu Yogya
Radius Solo
Banyumasan
Pesisir Timur
Pesisir Barat
Gebyar
OPINI
Warga Petarukan tanggapi dingin
Wednesday, 10 March 2010

Warga Petarukan tanggapi dingin

Image
Foto: Probo Wirasto-pu
PEMALANG-Kabar yang beredar bahwa salah satu korban tewas penggerebekan sebuah ruko di Pamulang diduga adalah Dulmatin ditanggapi dingin oleh warga Pemalang, termasuk juga masyarakat di sekitar kediaman orang tua Dulmatin di Kompleks Pasar Petarukan Kios No 24.Meski beberapa jurnalis berusaha mengorek keterangan dari pihak keluarga namun demikian, belum ada keterangan resmi yang disampaikan pihak keluarga.Hanya saja saat Wawasan berusaha mendatangi rumah orang tua Dulmatin yang juga berfungsi sebagai toko, diperoleh jawaban bahwa keduanya yakni H Jazuli dan Hj Masniyati baru saja beristirahat belum bisa diminta komentar tentang kabar tersebut.

”Bapak dan ibu baru saja beristirahat, tetapi kalau mau bertemu bisa besok pagi,” tandas Tarmudi, penjaga toko milik orang tua Dulmatin.

Menurutnya, kabar kematian Dulmatin tidak hanya kali ini saja berhembus. Sebelumnya juga sudah pernah dikabarkan demikian, akan tetapi kenyataannya hingga saat ini masih saja dicari. Apakah pihak keluarga sudah mengetahui atau belum soal isu tewasnya Dulmatin ia menyatakan tidak mengetahuinya secara pasti. Hanya saja biasanya mereka sudah mengetahui dari televisi, seperti yang sudah-sudah.

Demikian pula yang disampaikan oleh kakak Dulmatin, Azam Baabu yang menemui wartawan beberapa jam kemudian.Menurutnya, hingga saat belum ada pemberitahuan secara resmi dari pihak-pihak yang berwenang yang membenarkan tentang kabar tersebut. Kabar seperti itu juga pernah ramai diberitakan sebanyak dua kali namun kenyataannya salah.

Media
Sementara itu warga Petarukan, Sutopo (29), juga mengetahui bahwa isu Dulmatin tewas dalam penggerebekan di Pamulang dari siaran layar kaca. Meski demikian ia mengaku tidak mempercayainya begitu saja, sebab belum ada keterangan dari pihak berwenang termasuk dari keluarga juga tidak ada gejolak.

"Kalau tidak salah beberapa kali juga pernah dikabarkan kalau Dulmatin meninggal dunia saat ada penggrebekan di Filipina, namun kabar itu hilang sendiri, bahkan kemudian muncul kabar kembali bahwa Dulmatin ternyata masih hidup.Kalau warga sini tidak ada yang heboh, meski biasanya kalau ada kabar seperti itu banyak wartawan yang berdatangan ke Petarukan," tandasnya.

Dulmatin adalah seorang warga kelahiran Pemalang anak pasangan H Usman Sofi dan Hj Masniati yang terlahir dengan nama Joko Pitono. Dia diduga terlibat dalam kasus peledakan Bom Bali. Usai peristiwa tersebut Joko Pitono yang pernah berganti nama menjadi Amar Usman dan akhirnya disebut sebagai Dulmatin menghilang dan sempat dikabarkan berada di berbagai tempat seperti Filipina maupun Malaysia. Bahkan istri dan anaknya sempat mengikuti jejaknya bermukim di Filipina.Namun pada tahun 2007-2008 istri dan anak-anaknya akhirnya kembali ke Indonesia. Dan terakhir pada Selasa (9/3) siang di ruko Multiplus Pamulang yang diduga sebagai sarang teroris digrebek petugas, dikabarkan ada korban meninggal dalam kejadian tersebut adalah Dulmatin.Obo-pu

 
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan