|
Menghapus diskriminasi terhadap perempuan SATU dasawarsa lalu para pemimpin dunia sepakat untuk menghapuskan semua bentuk distriminasi terhadap perempuan, kini pemberdayaan perempuan tetap menjadi unsur penting dalam mencapai sasaran pembangunan.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon saat memperingati Hari Perempuan Internasional, "Sampai perempuan dan anak perempuan terbebas dari kemiskinan dan ketidak-adilan, semua sasaran kita -perdamaian, keamanan dan pembangunan yang berkesinambungan- tetap menghadapi bahaya." Tahun ini adalah peringatan ke-15 pengesahan Landasan Aksi dan Deklarasi Beijing - hasil dari Konferensi Keempat Dunia mengenai Perempuan di Beijing pada 1995- yang tetap menjadi kerangka kerja kebijakan global yang paling menyeluruh guna mencapai sasaran kesetaraan gender, pembangunan, dan perdamaian. Para pemimpin dunia yang menghadiri pertemuan tingkat tinggi di ibukota China itu mengumumkan keikutsertaan penuh oleh perempuan di dalam segala lapisan masyarakat, termasuk pengambilan keputusan dan akses ke kekuasaan, adalah dasar bagi pembangunan dan perdamaian. Sejak pertemuan bersejarah tersebut, ada tanda kemajuan, kata Sekretaris Jenderal PBB itu. Kebanyakan anak perempuan sekarang mengenyam pendidikan, terutama di tingkat dasar, sementara makin banyak negara memiliki kebijakan dan peraturan yang mendukung kesetaraan gender serta kesehatan reproduksi. Perempuan, termasuk Wakil Sekretaris Jenderal PBB Asha-Rose Migiro -mantan menteri luar negeri Tanzania, lebih mungkin untuk ikut di dalam pemerintahan, dan juga melakukan gerakan di seluruh dunia bagi persamaan dan perbaikan, kata Ban sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua. "Jadi, saat kita memandang kembali ke Beijing, kita memiliki alasan yang sangat banyak untuk merasa bangga. Bangga bukan puas pada diri sendiri," kata Ban, yang menambahkan bahwa, sebagai anak, suami, ayah, dan kakek dari beberapa anak perempuan, ia telah menjadikan pemberdayaan perempuan sebagai prioritas. Ban menyatakan bahwa ketidakadilan dan diskriminasi terhadap perempuan terus berlangsung di seluruh dunia, yang terwujud dalam bentuk kekerasan dalam beberapa kasus. Lebih dua-pertiga perempuan mengalami kekerasan dalam hidup mereka, yang paling umum di tangan pasangan intim mereka. September lalu diumumkan bahwa empat kantor dan badan PBB, termasuk Dana Pembangunan PBB bagi Perempuan (UNIFEM), akan disatukan untuk menciptakan lembaga tunggal di dalam badan dunia tersebut guna meningkatkan hak asasi dan kesejahteraan perempuan di seluruh dunia dan bekerja bagi kesetaraan gender. Saat ini ada makin banyak perempuan yang menduduki posisi tinggi di organisasi itu dibandingkan dengan kondisi mereka dalam sejarah PBB, naik 40 persen dalam tiga tahun belakangan. Pada gilirannya, Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan PBB (UNESCO), bersama dengan organisasi media regional dan internasional, meluncurkan kegiatan tahunan "Women Make the News" (WMN), yang mengupayakan peningkatan kepatuhan bagi Deklarasi Beijing dan mendorong kesamaan gender di media. an-f |