.:: SEGENAP KARYAWAN KORAN SORE WAWASAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H. MINAL 'AIDIN WAL FA'IZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ::.

WawasanDigital - 2 warga Purworejo positif AIDS
Halaman Utama arrow Kedu Yogya arrow 2 warga Purworejo positif AIDS
Cari Arsip Berita
Menu Wawasan
Halaman Utama
Nasional
Olah Raga
Internasional
Ilmu Pengetahuan
Semarangan
Demak-Grobogan
Kendal
Salatiga
Ungaran-Ambarawa
Magelangan
Kedu Yogya
Radius Solo
Banyumasan
Pesisir Timur
Pesisir Barat
Gebyar
OPINI
2 warga Purworejo positif AIDS
Wednesday, 10 March 2010

2 warga Purworejo positif AIDS

PURWOREJO - Dua perantau warga Purworejo teridentifikasi menderita AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Setelah mendapat perawatan di RSUD Saras Husada Purworejo Februari lalu, keduanya kini dirujuk di RSUP Dr Sardjito Jogjakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Purworejo dr Kuswantoro melalui Kabid Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan Dwitya Supriyono (8/3) menjelaskan, DKK mendapat laporan dari RSUD tentang dua orang penderita AIDS. Kasus ini menjadi yang pertama sejak awal 2010, sebelumnya selama 2009 satu penderita terdientifikasi positif AIDS.

"Saat dirawat di RSUD kondisi kesehatan keduanya sudah sangat memburuk. Dua penderita itu satu laki-laki berumur sekitar 40 tahun dan perempuan berusia sekitar 25 tahun sudah terinfeksi HIV sejak lama. Kemungkinan belum pernah berobat. Datang berobat kondisinya sudah sakit berat dan sudah terjangkit AIDS," ujar Dwitya.

Menurut Dwitya, penderita merupakan warga asli Purworejo yang merantau ke Jakarta. Penderita laki-laki bekerja sebagai karyawan biasa dan sudah berumah tangga sedangkan penderita perempuan masih single. Untuk penderita perempuan, ditularkan lewat hubungan seksual.

Sementara untuk penderita laki-laki belum diketahui secara pasti apakah lewat narkoba atau hubungan seksual."Melihat kondisinya yang sudah parah dan hanya tertidur lemah, maka diputuskan untuk dirujuk ke Jogja. Hingga kini kami juga belum mendapat laporan apakah masih dirawat atau sudah pulang ke rumah," ujarnya.

Selama perawatan, imbuh Dwutya, penderita digratiskan untuk kebutuhan obatnya.Namun untuk perawatan serta akomodasi selama rawat inap tetap dibebankan biaya. Permasalahannya apabila penderita tidak memiliki kartu Jamkesmas maka beban biaya akan ditanggung secara mandiri. Dr-skh

 
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan