|
Pascajebolnya sungai Bogowonto Bendungan Penungkulan terancam ambrol PURWOREJO - Jebolnya tanggul Sungai Bogowonto di Dusun Sawi, Desa Penungkulan, Kecamatan Gebang, Purworejo, sepanjang 20 meter mengan- cam bendungan Penungkulan sisi sebe- lah timur. Fungsi bendungan Penungkulan mengairi areal persawahan seluas 581 hektar di tiga kecamatan Loano, Gebang, dan Purworejo.
Kepala Dinas Pengairan Purworejo, Ir Susanto di lokasi kejadian bencana jebolnya tanggul, Selasa (9/3) mengatakan, apabila tanggul tidak segera diperbaiki, bendungan Penungkulan terutama yang sisi timur bisa tergerus dan ambrol. "Senderan bendungan di sisi timur bisa ambrol tergerus air apabila tanggul tidak segera diperbaiki. Kami sudah melaporkan jebolnya tanggul ini ke Balai Besar Sungai Opak Jogjakarta karena ini merupakan wewenangnya. Walau demikian, kami hanya minta materialnya baik besi bronjong dan batu sementara untuk pengerjaannya dari Pemkab Purworejo. Hal ini agar secepatnya bisa teratasi, " jelas Susanto. Menurut Susanto tanggul yang jebol sepanjang 20 meter.Tanggul berupa groundsil manual yang dibangun secara swadaya oleh warga setahun lalu itu awalnya memiliki panjang 60 meter dan tinggi 2,5 meter. Akibat hujan deras yang mengguyur dari hulu terutama daerah Wonosobo, tanggul jebol dan membentuk sungai baru selebar enam meter dengan kedalaman sekitar 2 meter. Sungai baru itu membanjiri lahan persawahan seluas dua hektar milik 50 petani warga Penungkulan. Padahal areal persawahan itu baru saja ditanami padi. Usia padi sekitar 15-20 hari. Tentu saja padi dan tanahnya musnah diterjang banjir. Saat kejadian, debit air yang mengalir di Sungai Bogowonto mencapai 170.000 liter per detik atau 170 m3. Padahal di hari-hari biasa debit air hanya 6.000- 8.000 liter per detik atau 68 m3. Sementara curah hujan normal. Segera Sementara itu Plt Bupati Purworejo, Drs H Mahsun Zein MSi saat di lokasi mengatakan, pemkab sudah meminta kepada BBSO Jogjakarta untuk memperbaiki jebolnya tanggul tersebut. Sebab apabila tidak segera di-perbaiki, akan mengancam kerusakan yang lebih parah lagi terutama bendungan yang jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. "Petani yang lahannya tergerus air sungai pun rencananya akan kita beri ganti rugi. Minimal kita bantu benih padi," ujar Mahsun Zein. Dr-skh |