|
Kerugian Rp 300 juta TK-SD Ar Ridho terbakar  Foto : Weynes TEMBALANG - Sebanyak enam ruang kelas sekolah milik Yayasan Ar Ridho, dini hari tadi ludes terbakar. Akibatnya, sekitar 120 siswa-siswi di Play Group (PG), Taman Kanak-kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD) Alam Ar Ridho, yang terletak di Jalan Bukit Kencana, Tembalang, pagi tadi tak bisa belajar di kelasnya. Para siswa, puluhan guru dan orang tua murid, pagi tadi berada di lokasi kejadian menyaksikan puing-puing ruang kelas yang terbakar di sekolah itu. Rencananya, para murid yang ruang kelasnya terbakar itu, untuk sementara akan belajar di masjid yang berada di kompleks sekolah itu. Dalam peristiwa ini, selain enam ruang kelas terbakar, juga sebuah ruang laboratorium audio visual lengkap dengan isinya, ikut terbakar. Saksi mata sekaligus guru kelas III SD Ar Ridho, Wahyudi, mengungkapkan, api diketahui sudah membesar sekitar pukul 00.00 dini hari tadi.
’’Sebenarnya, kebakaran samar-samar sudah diberitahukan anak-anak kepada ibu-ibu sejak salat tarawih. Tapi, karena dikira hanya api kecil, dibiarkan saja,’’ jelas Wahyudi, yang ditemui di sela-sela pemadaman api.
Wahyudi menduga, api berasal dari petasan atau kembang api yang masuk ke bak sampah dalam keadaan menyala. Karena bak sampah terbuat dari kayu, setelah habis terbakar, api merambat ke bangunan dinding kelas berlantai dua, yang sebagian besar juga terbuat dari kayu.
Wahyudi memperkirakan, jumlah kerugian yang dialami Yayasan Ar Ridho sebagai pengelola sekolah terpadu tersebut mencapai Rp 300 juta lebih. ’’Enam kelas yang terbakar itu, terdiri dari TK dua kelas, ruang kelas I dan kelas II masing-masing dua kelas, serta laboratorium audio visual lengkap dengan isinya,’’ tambah Wahyudi.
Kecurian Untuk memadamkan api, sedikitnya tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Kota Semarang, dikerahkan ke lokasi kejadian. Namun, proses pemadaman api terkendala jauhnya lokasi pengambilan air, yang tak tersedia di sekitar tempat kejadian.
Akibatnya, proses pemadaman api berlangsung cukup lama. Bahkan, api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB, meskipun proses pemadaman api sudah dibantu ratusan warga yang ada di sekitar tempat kejadian.
Dalam proses pemadaman api itu, ada juga yang memanfaatkan kepanikan untuk melakukan pencurian di ruang guru, sekitar 20 meter di sebelah utara ruang kelas. Usaha pencurian ini diketahui dari terbukanya almari, dan laci meja milik bendahara sekolah. Tapi belum diketahui adanya barang yang hilang.
Usut tuntas Sementara itu Agung Bdi Margono, salah satu pemilik yayasan, menegaskan, harus ditelusuri secara tuntas. Pasalnya, kata dia, ada dugaan terbakarnya tujuh unit ruang kelas tersebut, akibat letusan petasan yang disulut anak-anak, sebelum pelaksanaan salat tarawih.
’’Penyebab kebakaran di sekolah Ar Ridho harus diusut secara tuntas pihak Kepolisian. Saya mendengar laporan, jika kebakaran disebabkan letusan petasan,’’ kata Agung Budi Margono, saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurutnya, pengusutan secara tuntas, diharapkan akan menjadi langkah maju dalam penghentian peredaran petasan, baik jenis kembang api mapun petasan, yang bisa menyebabkan bunyi ledakan dan menyebabkan kebakaran, sehingga bisa memberi efek jera kepada orang yang membunyikannya. lek/abe-die |