Halaman Utama arrow Gebyar arrow Kalau tak sesuai hati kenapa dipaksain . . .
Cari Arsip Berita
Menu Wawasan
Halaman Utama
Nasional
Olah Raga
Internasional
Ilmu Pengetahuan
Semarangan
Demak-Grobogan
Kendal
Salatiga
Ungaran-Ambarawa
Magelangan
Kedu Yogya
Radius Solo
Banyumasan
Pesisir Timur
Pesisir Barat
Gebyar
OPINI
Kalau tak sesuai hati kenapa dipaksain . . .
Friday, 28 September 2007

Kalau tak sesuai hati kenapa dipaksain . . .

Image
Foto : Zainal
TIDAK setiap artis langsung mengatakan ber­sedia ketika tawaran main sinetron terus berdatangan. Ternyata ada beberapa artis yang harus banyak menimbang, bah­kan menolak, ketika tawaran main itu te­rus datang. Bukan karena dia sudah ke­banjiran job, tetapi lebih karena dia me­mang cukup selektif untuk menerima sebuah tawaran. Salah satu artis yang cukup selektif dalam menerima tawaran adalah artis pendatang baru, Herfiza Novianti. Gadis ayu kelahiran Sukabumi 21 November 1985 ini mengaku sangat selektif dalam menerima tawaran peran dikarenakan berbagai hal. Pertama, dia mencari peran-peran yang cocok dan memungkinkan dia bisa tampil maksimal. Kedua, peran-peran yang ditolaknya itu kebanyakan tidak sesuai dengan hati atau tidak diizinkan oleh keluarga.


”Kalau kira-kira tak bisa main maksimal ngapain harus dipaksain. Mendingan cari peran yang cocok-cocok saja deh; cocok dengan kata hati dan cocok dengan pandangan keluarga. Aku percaya, kalau memang sudah rezeki, larinya juga gak akan kemana. Yang paling penting itu, se­mua berjalan baik-baik saja,” tutur Her­fiza.

Beberapa peran yang menurut Herfiza tak sesuai dengan kata hati adalah peran-peran negatif seperti menjadi perempuan nakal, PSK atau menjadi gadis ugal-ugalan. Selain tidak sesuai dengan hati, un­tuk peran-peran seperti ini, Herfiza juga ti­dak bakalan mendapat dukungan dari ke­luarga. Padahal, dukungan keluarga ada­lah salah satu syarat bagi Herfiza untuk menyetujui sebuah tawaran.

”Kalau hanya berorientasi materi, sam­pai kapanpun gak ada habisnya. Su­dah dapat banyak, masih juga terasa ku­rang. Materi itu bukan yang utama, yang paling penting itu aku merasa nyaman dan senang, syukur-syukur kalau bisa menghasilkan uang yang banyak,” tutur anak ketiga dari enam bersaudara ini sembari tertawa.

Peduli
Sementara itu mengenai perannya dalam sineteron ”Kiamat Sudah Dekat 3”, Herfiza mengaku senang dengan peran tomboy. Meski mengaku susah untuk ber­adaptasi dengan peran tersebut, peran tom­boy yang dilekatkan pada dirinya ter­sebut, ternyata dianggapnya se­bagai tantangan yang ha­rus bisa dia taklukkan.

”Aku me­mang susah ka­­lau harus tam­pil sebagai gadis tomboy. Ta­pi setelah ngejalanin, perannya ternyata menarik. Ga­dis tomboy yang aku pe­ranin ter­nyata gak tomboy yang ne­ga­tif, tapi tomboy yang bertanggung ja­wab, peduli lingkungan, peduli agama, dan punya jiwa so­sial tinggi. Menarik sekali bu­kan?” tutur Herfiza.  Zainal Ari­fin ZA/mc

 
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan